Siapa sangka Anak Akar Rumput yang Termarjinalkan Mampu Jadi Talenta Kreator Digital?

Jakarta (23/7/2026) – Sebuah ide gebrakan luar biasa lahir dari pertemuan kolaboratif antara Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional dan Direktur Utama Balai Pustaka di Kantor Balai Pustaka, Kamis (23/7/2026). Pertemuan ini juga didampingi oleh Kepala P3SMPT. Dalam pertemuan ini kedua belah pihak sepakat bekerjasama memperkuat Gerakan Literasi SR yang digagas oleh Perpusnas dan Kemensos.

gambar 2

Direktur Utama PT Balai Pustaka, Achmad Fachrodji, menyambut antusias gebrakan ini. “Balai Pustaka siap membuka akses kekayaan sastra nusantara. Kami mendukung program Sekolah Rakyat yang dihadirkan oleh Presiden Prabowo. Kita bertekad mentransformasikan karya klasik menjadi karya digital yang bernilai tinggi” ungkapnya.

“Ini adalah revolusi! Siswa sekolah rakyat mampu menghadirkan sastra klasik Indonesia dalam bentuk konten digital. Ternyata, anak-anak yang termarjinalkan selama ini mampu menjadi talenta kreator digital untuk masa depan yang lebih cerah” tegas Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar.

Dampaknya sungguh di luar dugaan! Benih literasi mampu tumbuh subur di akar rumput. Anak-anak dari keluarga miskin ekstrem binaan Kemensos kini bertransformasi mematahkan stigma. Kesaksian Ofy Sofiana, Tim Review Konten Digital Sekolah Rakyat menegaskan “Siswa Sekolah Rakyat ini sangat luar biasa, hanya dalam waktu satu tahun telah mampu membuat karya yang luar biasa. Saya takjub!” ujarnya.

Kolaborasi Perpusnas, Balai Pustaka, dan Kemensos ini membuktikan literasi bukan hanya jendela dunia, tapi fondasi utama membangun visi Indonesia Emas 2045.

Perpustakaan Hadir demi Martabat Bangsa
Salam Literasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *