JAKARTA (03/09/2026) – Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menyelenggarakan pelatihan berpantun sebagai bagian dari penguatan literasi sekaligus pelestarian budaya bertutur Nusantara. Kegiatan ini membahas pantun sebagai puisi lama yang tetap relevan sebagai media ekspresi, komunikasi, dan identitas budaya.

Dr. Ir. Achmad Fachrodji, M.M., selaku Direktur Utama PT Balai Pustaka sekaligus pemateri, menyampaikan bahwa “Pantun telah dikukuhkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh UNESCO sejak 17 Desember 2020. Sebagai budaya bertutur yang khas, pantun sangat baik kita kuasai sebagai identitas Nusantara. Pantun juga merupakan salah satu jenis puisi lama yang sangat dikenal luas dan sangat baik digunakan untuk memulai maupun menutup sambutan.”

Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya diajak memahami kaidah dan keindahan pantun, tetapi juga menghidupkan kembali tradisi bertutur sebagai bagian dari literasi budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pantun diharapkan terus dihidupkan sebagai bagian dari literasi budaya dan mendorong generasi muda untuk mengenal serta melestarikan kekayaan budaya Nusantara.

“Gulai nangka dimakan panas
Petik di kebun di hari raya
Balai Pustaka dengan Perpusnas
Belajar pantun warisan budaya “

Perpustakaan Hadir demi Martabat Bangsa!
Salam Literasi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *